Sistem Pendidikan

Sistem Pendidikan
Sistem Pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia disusun berdasarkan kerangka konsep yang meliputi ketauhidan, kemampuan profesional berakhlakul karimah, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, menyelesaikan masalah secara ilmiah, evidence based medicine, belajar aktif mandiri dan pendidikan di masyarakat.

Berdasarkan pertimbangan dan memperhatikan tanggung jawab dokter pelayanan primer, serta juga mengingat panduan dari World Health Organization (WHO), World Federation Medical Educations (WFME) serta hasil-hasil berbagai fakultas kedokteran di dunia dan rencana pemerintah tentang Indonesia Sehat 2010, telah diidentifikasikan beberapa area kompetensi.

Berdasarkan area kompetensi ini telah disusun kompetensi inti kemudian diikuti komponen kompetensi yang harus dikuasai untuk mencapai kompetensi inti dan enabling outcomes (sasaran penunjang) yang harus dikuasai sebelum menguasai komponen kompetensi.

Tahap studi kedokteran dasar dengan paradigma baru pendidikan kedokteran yang memiliki ciri sebagai berikut:

1. Mengacu pada kurikulum nasional berbasis kompetensi dokter pelayanan primer dengan    pendekatan dokter keluarga.
2. Merupakan penjabaran kurikulum fakultas, yang merupakan kurikulum lengkap dan     merupakan pendidikan universitas.

Dalam mengimplementasi kurikulum tahap studi kedokteran dasar dan keseluruhan kompetensi dapat dicapai melalui pentahapan pendidikan kedokteran dasar, yaitu:

a. Tahap Pendidikan Umum (General education) dengan Mata Kuliah wajib dari Universitas    dalam kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian dan kuliah non-blok, yang harus    ditempuh oleh peserta didik pada semester I (6 bulan),
b. Tahap Pendidikan Terintegrasi selama 6 semester, mulai dari semester II sampai semester VII dengan proses pembelajaran berupa Ilmu Kedokteran Dasar dan Ketrampilan Klinik Dasar (Basic Medical Science and Basic Clinical Skill),
c. Tahap Pendidikan Klinik (Clinical Practice) selama 3 semester, mulai dari semester VIII sampai dengan semester X.

Tahap pendidikan dokter merupakan satu kesatuan yang utuh dan setelah menyelesaikan pendidikan pada tahap pendidikan klinik, lulusan mendapat sebutan dokter (dr).


Sistem Integrasi
Kegiatan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia dilaksanakan dengan menggunakan sistem integrasi dengan pendekatan Belajar Berdasar Masalah (Problem Based Learning). Dalam sistem integrasi, perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan tahap pendidikan menggunakan blok sebagai tolok ukur beban pendidikan terutama yang menyangkut beban studi peserta didik.

Sebaran ilmu dalam disiplin ilmu kedokteran diintegrasikan dalam suatu Blok yang berisikan modul dan tujuan belajar. Proses pembelajaran setiap blok mencakup ilmu-ilmu kedokteran dasar, ilmu-ilmu kedokteran klinik, perilaku dan ilmu kesehatan masyarakat.

1. Pengertian dan Tujuan Sistem Integrasi
Dalam sistem integrasi beban studi yang harus diselesaikan peserta didik pada suatu jenjang studi dinyatakan dalam bentuk sejumlah blok. Setiap blok tersusun dari; nama blok, waktu pendidikan, kompetensi blok, tujuan / obyektif, jumlah modul dan ilmu atau departemen yang terlibat. Kemudian setiap modul tersusun dari; nama modul, tujuan modul  /obyektif, skenario modul, perencanaan kuliah pakar, tutorial, belajar kelompok kecil,    latihan ketrampilan medik, praktikum, sumber belajar dan nara sumber.

Sistem ini memberikan pemahaman sedini mungkin pada peserta didik tentang masalah-masalah klinis dan komunitas yang akan dihadapi dalam praktek klinik dokter, dengan mengintegrasikan antara ilmu-ilmu dasar, ilmu-ilmu klinik dan ilmu kesehatan masyarakat.

2. Faktor yang menunjang sistem integrasi (Problem Based Learning)
Problem Based Learning (PBL) dapat mengembangkan ketrampilan problem solving, karena ini penting bagi peserta didik di tahap pendidikan klinik saat mengikuti pendidikan klinik di rumah sakit. Sistem integrasi dengan pendekatan PBL ini juga dapat mengembangkan pengetahuan secara terintegrasi dan mempunyai keuntungan edukatif secara umum, karena peserta didik aktif, menerima umpan balik dan terdapat relevansi isi sehingga memperbesar motivasi belajar. Sistem integrasi ini juga dapat mengatasi kurikulum yang overcrowded.

Kegiatan Belajar
Proses pengayaan ilmu yang diselenggarakan terdiri dari beberapa bentuk kegiatan pembelajaran, yaitu:
1. Diskusi Kelompok (Diskusi Tutorial), kegiatan pembelajaran melalui diskusi yang     dimbimbing oleh tutor
2. Kuliah Pakar, merupakan kuliah yang diberikan oleh pakar berkaitan dengan topik yang     dipilih
3. Praktikum, proses pembelajaran di laboratorium yang dibimbing oleh asisten dan dosen     pembimbing
4. Pengenalan Klinik dan Komunitas, proses pembelajaran dengan observasi langsung pada    pasien di Rumah Sakit atau Puskesmas / Komunitas yang dibimbing oleh instruktur.
5. Keterampilan Medik, proses pembelajaran yang dibimbing oleh instruktur untuk     memberikan bekal keterampilan dengan menggunakan alat-alat atau model manekuin yang   sesuai.
 
 

Tampilan Cetak | Kembali ke Atas